Text
Dasar-Dasar Ilmu Obstetri
Buku Kebidanan berjudul Buku Dasar – dasar Ilmu Obstetri Anatomi Reproduksi, Fertilisasi, Embriologi, Adaptasi Fisiologis Kehamilan dan Nifas Edisi I merupakan karya Made Tangkas. Sistem reproduksi perempuan adalah sistem organ yang terhubung dengan semua sistem lain dalam fungsi reproduksi. Organ reproduksi perempuan dapat dibagi lagi menjadi organ genitalia internal dan eksternal. Organ genitalia internal adalah organ-organ yang berada di dalam cavum pelvis. Yang terdiri dari vagina, uterus, serviks, tuba (saluran telur atau tuba falopi), dan ovarium. Vulva dan vagina merupakan organ genital eksternal.
Fertilisasi adalah proses di mana sel telur dan sperma menyatu untuk membentuk zigot. Melalui fertilisasi sejumlah langkah dan reaksi terjadi. Selama ejakulasi, ratusan juta sperma (spermatozoa) dilepaskan ke dalam vagina. Segera setelah diejakulasikan jutaan sperma ini menjadi tidak aktif oleh keasaman vagina (pH 3,8). Jutaan sperma lainnya terhalang masuk ke uterus oleh lendir serviks yang kental. Dari yang berhasil masuk, ribuan dihancurkan oleh proses fagositosis sel leukosit uterus. Perjalanan melalui sistem reproduksi perempuan untuk mencapai oosit juga difasilitasi oleh kontraksi uterus yang biasanya memakan waktu sekitar 30 menit hingga 2 jam. Sperma yang sehat bisa mencapai ampula dalam waktu 30 menit. Jika sperma tidak segera bertemu dengan oosit, mereka dapat bertahan hidup di tuba selama 48-72 jam. Dengan demikian, pembuahan mungkin dapat terjadi jika hubungan seksual terjadi beberapa hari sebelum ovulasi. Sebagai perbandingan, oosit dapat bertahan hidup secara mandiri hanya selama kurang lebih 24 jam setelah ovulasi. Oleh karena itu, hubungan seksual lebih dari sehari setelah ovulasi biasanya tidak akan menghasilkan fertilisasi.
| FK07560S | 618.207 TAN d | Kampus Sondakan | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain