• Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Dasar-Dasar Ilmu Obstetri

Text

Dasar-Dasar Ilmu Obstetri

TANGKAS, Made - Nama Orang;

Buku Kebidanan berjudul Buku Dasar – dasar Ilmu Obstetri Anatomi Reproduksi, Fertilisasi, Embriologi, Adaptasi Fisiologis Kehamilan dan Nifas Edisi I merupakan karya Made Tangkas. Sistem reproduksi perempuan adalah sistem organ yang terhubung dengan semua sistem lain dalam fungsi reproduksi. Organ reproduksi perempuan dapat dibagi lagi menjadi organ genitalia internal dan eksternal. Organ genitalia internal adalah organ-organ yang berada di dalam cavum pelvis. Yang terdiri dari vagina, uterus, serviks, tuba (saluran telur atau tuba falopi), dan ovarium. Vulva dan vagina merupakan organ genital eksternal.

Fertilisasi adalah proses di mana sel telur dan sperma menyatu untuk membentuk zigot. Melalui fertilisasi sejumlah langkah dan reaksi terjadi. Selama ejakulasi, ratusan juta sperma (spermatozoa) dilepaskan ke dalam vagina. Segera setelah diejakulasikan jutaan sperma ini menjadi tidak aktif oleh keasaman vagina (pH 3,8). Jutaan sperma lainnya terhalang masuk ke uterus oleh lendir serviks yang kental. Dari yang berhasil masuk, ribuan dihancurkan oleh proses fagositosis sel leukosit uterus. Perjalanan melalui sistem reproduksi perempuan untuk mencapai oosit juga difasilitasi oleh kontraksi uterus yang biasanya memakan waktu sekitar 30 menit hingga 2 jam. Sperma yang sehat bisa mencapai ampula dalam waktu 30 menit. Jika sperma tidak segera bertemu dengan oosit, mereka dapat bertahan hidup di tuba selama 48-72 jam. Dengan demikian, pembuahan mungkin dapat terjadi jika hubungan seksual terjadi beberapa hari sebelum ovulasi. Sebagai perbandingan, oosit dapat bertahan hidup secara mandiri hanya selama kurang lebih 24 jam setelah ovulasi. Oleh karena itu, hubungan seksual lebih dari sehari setelah ovulasi biasanya tidak akan menghasilkan fertilisasi.


Ketersediaan
FK07560S618.207 TAN dKampus SondakanTersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
618.207 TAN d
Penerbit
Yogyakarta : Deepublish., 2025
Deskripsi Fisik
x, 104 hlm, 15,5 x 23 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-634-7190-14-7
Klasifikasi
618.207
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
OBSTETRI
Kehamilan
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
1
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Universitas Duta Bangsa Surakarta
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik